Mesin Molding untuk Kemasan Rigid Packaging

Mesin molding untuk kemasan rigid digunakan untuk membentuk produk plastik seperti tutup botol, wadah, dan botol kemasan. Metode pembuatannya berbeda-beda, bergantung pada bentuk produk, jenis plastik, dan kebutuhan produksi.

Berdasarkan kekakuan bentuknya, kemasan plastik dapat berupa rigid, semi-rigid, atau fleksibel. Kemasan rigid relatif mempertahankan bentuknya saat digunakan, sedangkan kemasan fleksibel lebih mudah dilipat atau mengikuti bentuk isinya.

Namun, bagaimana kemasan rigid plastic diproduksi? Artikel ini membahas proses pengolahan bahan baku berupa pelet atau biji plastik menjadi produk melalui injection molding, blow molding, injection blow molding, extrusion, dan stretch blow molding.

Perlu dipahami: proses-proses berikut merupakan pilihan metode produksi, bukan lima tahapan berurutan yang harus dilalui setiap kemasan. Extrusion juga dibahas karena dapat menghasilkan bahan antara, seperti lembaran plastik, untuk pembentukan kemasan lebih lanjut.

1. Mesin Injection Molding


Ilustrasi proses mesin injection molding untuk membentuk produk plastik
Ilustrasi proses injection molding. Klik gambar untuk memperbesar.

Pada proses injection molding, bahan baku plastik yang masih berupa pelet atau biji dimasukkan melalui hopper menuju barrel yang dilengkapi pemanas dan screw. Material plastik dilelehkan, kemudian lelehannya disuntikkan atau diinjeksi ke dalam cetakan yang disebut mold.

Setelah rongga cetakan terisi, material ditahan tekanannya dan didinginkan hingga cukup stabil. Cetakan kemudian dibuka, lalu produk dikeluarkan menggunakan sistem ejector.

Proses injection molding biasanya digunakan untuk membentuk produk dengan detail dan ukuran yang konsisten, seperti tutup botol, wadah plastik, serta berbagai part plastik. Bentuk akhir produk ditentukan oleh desain cetakan.

Untuk memahami urutan menutup cetakan, pengisian, holding, pendinginan, hingga pengeluaran produk, baca penjelasan lengkap tentang cara kerja mesin injeksi plastik.

2. Mesin Blow Molding


Ilustrasi proses blow molding untuk produksi botol plastik berongga
Ilustrasi proses blow molding. Klik gambar untuk memperbesar.

Blow molding merupakan proses pembentukan produk plastik berongga menggunakan tekanan udara. Salah satu jenisnya adalah extrusion blow molding, yang dimulai dengan pembentukan tabung plastik panas bernama parison.

Parison dijepit oleh cetakan, kemudian udara bertekanan dimasukkan melalui saluran peniup atau blow pin. Plastik mengembang sampai mengikuti permukaan bagian dalam cetakan. Setelah cukup dingin, cetakan dibuka dan produk dikeluarkan. Sisa plastik pada bagian tertentu dapat dipangkas sesuai desain proses.

Proses ini biasanya digunakan untuk memproduksi botol kemasan, jerigen, dan wadah berongga. Pemilihan material dan pengaturan distribusi tebal dinding perlu disesuaikan dengan ukuran serta fungsi kemasan.

3. Mesin Injection Blow Molding


Ilustrasi tahapan proses injection blow molding
Ilustrasi proses injection blow molding. Klik gambar untuk memperbesar.

Injection blow molding merupakan gabungan antara proses injection dan blow molding. Pada proses awal, material plastik dilelehkan lalu diinjeksi untuk membentuk preform pada batang inti atau core rod.

Preform yang telah dibentuk selanjutnya dipindahkan ke cetakan peniupan atau blow mold. Udara dimasukkan untuk membentuk bagian badan produk sesuai cetakan, kemudian produk didinginkan dan dilepaskan dari core rod.

Proses ini digunakan untuk produk yang memerlukan konsistensi ukuran, terutama pada bagian leher dan mulut botol. Contohnya adalah botol obat, botol kosmetik, dan wadah plastik berukuran kecil, dengan material serta desain yang sesuai.

4. Mesin Extrude atau Extrusion

Pada proses extrusion atau ekstrusi, material plastik dilelehkan kemudian ditekan secara terus-menerus melalui lubang die. Bentuk penampang produk ditentukan oleh bentuk lubang die tersebut.

Proses extrusion biasanya digunakan untuk memproduksi produk kontinu seperti pipa, selang, profil, dan lembaran plastik. Produk yang keluar kemudian didinginkan, ditarik, dan dipotong atau digulung sesuai kebutuhannya.

Dalam produksi kemasan rigid, extrusion dapat digunakan untuk membuat lembaran plastik sebagai bahan proses thermoforming. Lembaran tersebut dipanaskan dan dibentuk menggunakan cetakan menjadi tray, cup, atau wadah. Jadi, extrusion menghasilkan lembarannya, sedangkan bentuk kemasan akhirnya diperoleh melalui proses lanjutan.

Perbedaan dengan extrusion blow molding: pada ekstrusi pipa atau lembaran, bentuk penampang dibentuk melalui die. Pada extrusion blow molding, hasil ekstrusi berupa parison masih perlu ditiup di dalam mold untuk menjadi botol atau wadah berongga.

5. Mesin Stretch Blow Molding

Mesin injection stretch blow molding umum digunakan untuk memproduksi botol dan wadah dari PET atau polyethylene terephthalate. Proses ini menggabungkan pembentukan preform melalui injeksi dengan peregangan dan peniupan.

Pada tahap awal, biji plastik dilelehkan dan dibentuk menjadi preform. Setelah berada pada kondisi suhu yang sesuai, preform diregangkan memanjang menggunakan stretch rod dan dikembangkan dengan udara bertekanan hingga mengikuti bentuk cetakan.

Pembentukan preform dan proses stretch blow dapat dilakukan dalam satu sistem one-step atau melalui mesin terpisah dalam sistem two-step. Pada sistem two-step, preform yang telah dingin dipanaskan kembali sebelum diregangkan dan ditiup.

Proses ini banyak digunakan untuk membuat botol minuman PET dan berbagai wadah PET. Desain preform, pengaturan suhu, serta proses peregangan dan peniupan memengaruhi distribusi material pada badan botol.

Perbandingan Proses Pembuatan Kemasan Plastik

Proses Prinsip Pembentukan Contoh Produk atau Hasil
Injection molding Lelehan plastik diinjeksi ke dalam rongga cetakan. Tutup botol, wadah, dan part plastik.
Extrusion blow molding Parison hasil ekstrusi ditiup di dalam cetakan. Botol, jerigen, dan wadah berongga.
Injection blow molding Preform dibentuk melalui injeksi pada core rod, lalu ditiup. Botol obat, botol kosmetik, dan wadah kecil.
Extrusion Lelehan plastik didorong secara kontinu melalui die. Pipa, profil, dan lembaran bahan thermoforming.
Stretch blow molding Preform diregangkan dan ditiup di dalam cetakan. Botol minuman serta wadah PET.

Memilih Proses untuk Kemasan Rigid

Pemilihan mesin molding untuk kemasan rigid perlu mempertimbangkan bentuk produk, jenis resin, ukuran, kapasitas produksi, dan kebutuhan ketelitian. Tutup botol dan badan botol dapat dibuat melalui proses yang berbeda, meskipun akhirnya digunakan sebagai satu kemasan.

Untuk komponen pendukung mesin, seperti gear, bushing, atau jig, bahan batang dan lembaran dapat dikerjakan melalui proses permesinan. Pilihannya antara lain POM atau polyacetal serta Nylon, PE, dan HDPE, sesuai kondisi kerja masing-masing komponen. Bahan berbentuk batang dan lembaran ini berbeda dari pelet resin untuk proses molding.

Kesimpulan

Produksi kemasan rigid dapat menggunakan injection molding, extrusion blow molding, injection blow molding, atau stretch blow molding sesuai bentuk dan kebutuhan produk. Extrusion juga berperan dalam menghasilkan lembaran plastik untuk proses pembentukan kemasan lebih lanjut.

Memahami perbedaan setiap proses membantu menentukan metode produksi yang sesuai, mulai dari pembuatan tutup botol hingga badan botol dan wadah plastik.

PT Mita Jaya Mandiri merupakan supplier logam dan plastik teknik untuk kebutuhan fabrikasi, permesinan, serta maintenance industri. Untuk informasi material batang dan lembaran, ukuran, serta ketersediaan, silakan hubungi PT Mita Jaya Mandiri.

FAQ Mesin Molding untuk Kemasan Rigid

Apa yang dimaksud dengan kemasan rigid?

Kemasan rigid adalah kemasan yang relatif mempertahankan bentuknya saat digunakan. Contohnya botol dan wadah plastik dengan kekakuan yang sesuai fungsi produknya.

Apa perbedaan injection molding dan blow molding?

Injection molding membentuk produk dengan menyuntikkan lelehan plastik ke dalam rongga cetakan. Blow molding membentuk produk berongga dengan mengembangkan parison atau preform menggunakan tekanan udara di dalam cetakan.

Apa perbedaan injection blow molding dan stretch blow molding?

Injection blow molding membentuk preform melalui injeksi, kemudian meniupnya menjadi produk. Stretch blow molding menambahkan peregangan memanjang pada preform sebelum atau bersamaan dengan pengembangan menggunakan udara.

Apakah extrusion langsung menghasilkan kemasan rigid?

Extrusion dapat menghasilkan lembaran yang kemudian dibentuk menjadi kemasan melalui thermoforming. Untuk botol dengan proses extrusion blow molding, parison hasil ekstrusi harus ditiup di dalam cetakan terlebih dahulu.

Referensi Teknis

Hits: 2019